Thursday, February 15, 2018

Eksposisi Wahyu Pasal 1 ayat 3: Apa yang dimaksud dengan “waktunya sudah dekat?”

Renungan dari Wahyu 1:3
Apakah waktunya sudah dekat berarti kita sebentar lagi akan kiamat?
Apakah kita sedang di akhir zaman?
Apakah beda antara akhir zaman dan zaman akhir?




Apakah kita sudah dekat kiamat


Pendahuluan
Dalam Wahyu pasal 1 ayat 1 hingga ayat 3 kita mendapati dua ungkapan yang berkaitan dengan waktu. Yang pertama kita jumpai dalam ayat 1 dengan ungkapan “apa yang harus segera terjadi” dan yang kedua kita jumpai di dalam 3 sendiri melalui ungkapan “waktunya sudah dekat.” Hanya dalam satu pasal saja kita menjumpai dua ungkapan yang serupa seperti ini, maka dapat kita simpulkan bahwa ada suatu sense of urgency dari apa yang ingin disampaikan di dalam Wahyu tersebut.
 
 
Buku "Lebih Dari Pemenang" Klik disini.

Dan lagi, dengan adanya fakta bahwa muncul dua ungkapan yang sama-sama mengesankan suatu jangka waktu yang pendek, muncul pertanyaan di dalam benak kita, sesegera apakah hal-hal tersebut akan terjadi? Dan sedekat apakah waktu untuk terjadinya hal-hal yang akan diungkap dalam wahyu?

Kita akan merenungkan kedua ungkapan yang mengisyaratkan adanya kemendesakan dari segi waktu ini dengan mencoba mencari apa artinya serta mencoba mencari referensi yang serupa di dalam Alkitab.

Semoga dengan cara itu, kita dapat lebih memahami apa yang dimaksud dengan Wahyu melalui ungkapan tersebut.

Kekeliruan yang paling umum di dalam memikirkan berita Wahyu
Dalam kaitan dengan waktu yang diberikan oleh kitab Wahyu saya memperhatikan bahwa ada kekeliruan yang cukup umum terjadi di kalangan orang Kristen.

Ada orang Kristen tertentu yang terlalu ekstrem menekankan bahwa berita Wahyu adalah tentang segala sesuatu yang telah terjadi di masa lampu, oleh karena itu bagi kita sekarang ini seolah-olah sudah tidak ada maknanya lagi.

Sementara ada pula orang Kristen tertentu yang terlalu ekstrem menekankan bahwa berita Wahyu adalah tentang segala sesuatu yang belum terjadi, dan baru akan terjadi di masa depan, sehingga bagi kita sekarang ini seolah-olah berita itu belum terlalu memiliki makna yang relevan.

Menurut pendapat saya, berita Wahyu itu sebetulnya menunjuk baik pada peristiwa-peristiwa di masa lalu, di masa mendatang dan lebih lagi berita Wahyu ini pun bahkan relevan pula untuk masa sekarang.

Berita-berita yang disampaikan di dalam Wahyu tidak senantiasa kita baca dari kacamata sebuah kisah yang dituturkan dalam urutan waktu yang kronologis, melainkan lebih merupakan gambaran-gambaran yang saling paralel, saling mengisi dan saling menguatkan antara pesan yang satu dengan pesan yang lain.

Dalam sudut pandang kebudayaan Yunani, waktu tidak selalu dilihat sebagai kronos, yaitu dimana yang ditekankan adalah kaitan antara waktu dengan urut-urutan peristiwa yang terjadi dalamnya. Dalam kebudayaan Yunani, waktu juga dapat dilihat dalam pengertian kairos, yaitu dimana yang ditekankan adalah arti penting dari peristiwa yang sedang terjadi di dalam waktu tertentu.

Kita orang Indonesia mungkin tidak terbiasa memahami waktu dari dua pengertian yang berbeda ini, kairos dan kronos. Namun untuk membantu kita memahami hal ini, saya coba berikan sebuah contoh sederhana yang mudah-mudahan dapat membantu.

Mari kita ambil contoh: “belajar di sekolah dasar,” sebagai peristiwa yang mau kita kaitkan dengan kairos dan kronos. Dari sudut pandang kairos: belajar di sekolah dasar itu terdiri dari urut-urutan peristiwa mulai dari kelas 1, lalu lanjut ke kelas 2, kelas 3, kelas 4 dan seterusnya hingga kelas 6. Sementara dari sudut pandang kronos, belajar di sekolah dasar itu akan tepat sekali jika dilakukan pada usia muda, yaitu antara usia 6 hingga 12 tahun. Mengapa? Karena pada usia-usia semacam itulah kegiatan belajar di sekolah dasar tepat sekali dilakukan. Bukan berarti bahwa seseorang tidak bisa bersekolah dasar di usia 40 tahun misalnya. Secara kronos dan secara teknis, seseorang bisa saja karena satu dan lain hal baru sempat sekolah dasar di usia 40 tahun. Namun secara kairos, hal itu sangat tidak tepat untuk dilakukan. Di usia 40 tahun kita punya hal-hal penting lainnya yang harus kita lakukan dan tanggung jawab kita juga biasanya sudah jauh lebih besar daripada hal-hal mendasar yang dapat kita pelajari dari sekolah dasar.

Kalau boleh saya simpulkan dalam bahasa sederhana, kronos berbicara tentang waktu dari sudut pandang strukturnya, sedangkan kairos berbicara tentang waktu dari sudut pandang isinya atau arti pentingnya.

Kitab Wahyu lebih banyak berbicara tentang berbagai peristiwa dari sudut pandang kairos ketimbang kronos (walau bukan berarti kronos tidak ada sama sekali). Dan oleh karena itu, segala yang disampaikan dalam kitab Wahyu dapat berlaku untuk dibaca di masa lalu, di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Penggenapan dari nubuat di dalam Wahyu terjadi dalam kurun waktu yang dekat, maupun jauh. Setiap zaman akan melihat bagaimana meterai Allah dibuka, bagaimana sangkakala peringatan ditiup dan bagaimana cawan murka Allah ditumpahkan kepada orang-orang yang jahat.

Perkecualian barangkali dapat dibuat pada beberapa hal yang memang belum terjadi saat ini yaitu misalnya kedatangan Yesus yang kedua kali, penghakiman terakhir, perjamuan kawin Anak Domba serta turunnya Yerusalem baru dari Allah.

Waktunya sudah dekat
Bagi para pembaca Wahyu di zaman Yohanes, apa yang dituliskan itu akan segera terjadi, bahkan ada yang sudah terjadi. Meskipun demikian, segala sesuatu yang terjadi tersebut bersifat cukup umum dan general, bukan sebagai sebuah peristiwa tunggal yang hanya terjadi di zaman itu, tetapi sebagai sebuah peristiwa yang sering terjadi, menjadi semacam pola di berbagai zaman. Yang menjadi point utama disini adalah bahwa segala sesuatu yang diberitakan disini diharapkan membuat pembacanya untuk selalu bersiap diri, waktu sudah dekat, jangan ditunda tunda lagi untuk melakukan apapun yang Tuhan ingin agar kita lakukan. Bersiap diri untuk mengalami segala bentuk kesulitan hidup kapan pun itu terjadi di dalam kehidupan. Bersiap diri untuk melayani Tuhan seperti yang dilukiskan di dalam Wahyu itu sendiri.

Pesan Alkitab yang berbunyi waktunya sudah dekat ini bukanlah secara eksklusif milik dari Kitab Wahyu. Kitab-kitab lain dalam Perjanjian Baru juga memuat pesan semacam ini sebagaimana yang akan saya singgung berikut ini.

Beberapa ayat di Alkitab yang menekankan pada prinsip “waktu sudah dekat”
Matius 3:7  7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Di dalam ayat ini dikatakan “murka yang akan datang,” kapankah datangnya murka itu? Tidak ada yang tau pasti kapan murka itu akan datang kepada orang-orang yang disebut keturunan ular beludak itu. Persoalannya bukan kapan murka itu datang sebab murka itu pasti akan datang apabila mereka tidak bertobat dan tetap hidup bagaikan ular beludak yang jahat. Orang Farisi dan Saduki tidak diberitakan menerima murka itu segera setelah kalimat itu disebutkan, tetapi kita tahu bahwa di dalam kekerasan hati mereka yang tidak mau bertobat itu saja sudah menunjukkan bahwa Allah sudah murka kepada mereka dan tidak melembutkan hati mereka.

Hingga hari Yesus disalibkan, kita tahu masih banyak orang Farisi yang mengeraskan hati. Ketimbang bertobat, mereka justru mengejek dan menghina Yesus yang tersalib. Kegagalan mereka dalam melihat Yesus sebagai Juruselamat saja sudah merupakan bentuk murka Allah bagi mereka saat itu, dan suatu saat setelah mereka mati maka mereka akan mendapati murka Allah menjadi semakin nyata.

Ada dua alasan mengapa murka Allah kepada orang jahat tidak segera terlihat sebagai sebuah hukuman:
a.       Kesempatan bertobat
b.      Menunggu kejahatan mereka menjadi genap.

Matthew 4:17   17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
Di dalam ayat ini dikatakan “sejak waktu itu,” sejak kapankah? Sejak waktu Yohanes ditangkap. Dengan ditangkapnya Yohanes Pembaptis berarti berakhirlah era para nabi-nabi Allah yang memberitakan tentang kedatangan Yesus. Kini Yesus sendiri sebagai pusat dari berita para Nabi mulai memberitakan sebuah kabar yang baru yaitu Kerajaan Sorga sudah dekat.

Kerajaan Sorga adalah suatu kondisi atau sifat dimana hal-hal yang sorgawi meraja di dunia. Hal ini ditandai dengan hadirnya Yesus Kristus melayani dunia secara langsung sebagai manusia. Bukan manusia biasa, tetapi manusia sempurna perwakilan dari Sorga. Yesus adalah Raja, oleh karena itu ketika Yesus mulai melayani manusia, maka dapat dikatakan bahwa saat itulah Sorga mulai menjalankan fungsi kerajaannya secara lebih nyata.

Dikatakan sudah dekat, artinya belum tiba. Mengapa belum tiba? Karena Yesus belum mati dan bangkit dari kematian. Ketika Yesus sudah bangkit dari kematian, maka moment itulah Kerajaan Sorga sudah menjadi semakin nyata atau kita katakan sudah tiba.

Gereja adalah wujud nyata dari Kerajaan Sorga di bumi yang berdosa ini. Kita dapat mengatakan demikian karena Yesus Kristus sendiri adalah kepala gereja.

Matthew 24:33-34  33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.  34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.

Kalimat ini jelas sekali mengacu pada zaman dimana para murid dan orang-orang yang hidup di zaman itu masih ada. Mereka akan menjadi saksi mata bahwa apa yang Yesus katakan akan menjadi kenyataan. Dalam sejarah, hal tersebut menjadi nyata ketika Kaisar Nero (dan kaisar-kaisar lainnya yang membenci gereja) berkuasa dan menjalankan kekuasaannya dengan lalim serta membunuhi orang-orang percaya.

Apakah dengan demikian kalimat ini sudah tidak berguna lagi? Tentu tidak, karena sampai sekarang pun, banyak orang dan banyak pemerintahan dunia yang bersikap seperti Nero terhadap gereja. Mereka memusuhi gereja, mereka memusuhi Kristus dan mereka menganiaya anak-anak Tuhan.

Dengan matinya Kristus, bangkit lalu naik ke sorga, kejahatan Iblis mengarahkan kegeramannya kepada gereja. Hal ini diungkap dalam kitab Wahyu yaitu mengenai Naga, perempuan beserta anak dari perempuan itu.

Kesimpulan:
Frasa tentang waktu yang sudah dekat adalah suatu pesan bagi kita untuk melihat arti pentingnya waktu. Waktu yang kita miliki ini tidak selamanya akan menjadi milik kita. Oleh karena itu adalah penting untuk melihat bagaimana kita mengisi waktu yaitu dengan memperhatikan apa yang Allah kita telah lakukan baik bagi hidup kita maupun bagi seluruh dunia.

Para pembaca kitab Wahyu di zaman Yohanes hidup sewajarnya menerima dengan sungguh-sungguh makna yang terkandung dalam kata-kata “waktunya sudah dekat.” Mereka sangat mungkin menerima hal itu secara harafiah dan melalui berita tersebut mereka mendapat penghiburan dan kekuatan. Sangat kecil kemungkinan bagi para pembaca waktu untuk memikirkan zaman yang kita hidupi sekarang ini.

Sebagaimana kita dapat baca dalam kitab Wahyu, kemenangan Kristus adalah sebuah kepastian. Orang yang saat itu teraniaya tentu merasa terhibur dan terbuka pikirannya bahwa apa yang mereka alami bukanlah suatu keadaan yang berada di luar kendali Kristus. Penderitaan mereka bahkan kematian mereka kelak adalah suatu hal yang harus mereka alami sebagai konsekuensi mengikut Yesus. Dan konsekuensi pahit yang mereka alami itu, memberi pengharapan luar biasa terhadap kehidupan setelah nyawa mereka tercabut.

Di bawah ini, sebagai penutup saya menyajikan pula pesan Yesus yang lain kepada kita semua, yang masih bisa menghirup udara kehidupan, untuk senantiasa berjaga-jaga.

Matthew 24:42-51   42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.  43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.  44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."  45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?  46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.  47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.  48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:  49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,  50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,  51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Matthew 25:1-13  "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.  2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.  3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,  4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.  5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.  6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!  7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.  8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.  9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.  10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.  11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!  12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.  13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Berjaga-jaga adalah hal yang indah dimata Tuhan. Oleh karena itu janganlah kita terlalu memikirkan kapankah kiamat akan terjadi, atau kapankah peristiwa-peristiwa dalam wahyu akan terjadi, karena bukan itu point pentingnya. Point utamanya adalah bahwa kita harus senantiasa berjaga-jaga, karena waktunya sudah dekat. Sama dekatnya dengan besok, pun sama dekatnya dengan seribu tahun lagi. Jangan menunda-nunda untuk melakukan kehendak Allah. Amin.

Beberapa pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah yang dimaksud dengan waktunya sudah dekat dalam kitab Wahyu?
Apakah yang dimaksud dengan kronos?
Apakah yang dimaksud dengan kairos?
Kekeliruan yang paling umum di dalam menafsirkan berita Wahyu.
Bagaimana membaca Kitab Wahyu dalam kaitannya dengan konteks waktu?
Beberapa ayat di Alkitab yang menekankan pada prinsip “waktu sudah dekat”
Apa pesan Yesus sehubungan dengan berjaga-jaga?
Apakah Kitab Wahyu hanya berbicara tentang masa lalu?
Apakah Kitab Wahyu hanya berbicara tentang hari kiamat?
Apakah Kitab Wahyu relevan untuk saat ini?